Kamang_Humas (17/10/25) – Kegiatan Muhadharah Jum’at pagi kembali digelar di MTsN 5 Sijunjung dengan penuh semangat dan antusiasme. Kali ini, pelaksana kegiatan adalah siswa kelas VIII.3, yang tampil percaya diri memimpin jalannya acara dari awal hingga akhir, Jum’at (17/10/2025)
Muhadharah yang dilaksanakan di halaman madrasah tersebut yang dipandu oleh Nada Zulalani selaku Protokol, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Yumna Salsabila dan Saritilawah oleh Putri Nayla Altasa, dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Miskhatul Khairi dengan judul “Pentingnya Belajar”Dalam tausiyahnya, Miskhatul Khairi menyampaikan pesan moral
Bahwa belajar merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah). Melalui belajar, kita dapat mengenal Allah, memahami kehidupan, serta mempersiapkan diri menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Belajar tidak hanya berarti membaca buku atau mendengarkan guru, tetapi juga berusaha memperbaiki diri, menambah wawasan, dan mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Dengan belajar, kita dapat meraih cita-cita, mengubah masa depan, dan mengangkat derajat keluarga serta agama kita.
Kegiatan muhadaharah juga di isi dengan kumandang Azan oleh Khairul Ikhsan Fernando, Hibutan (lagu minang) oleh Aqil Fairuz Arazak dan do’a oleh Septa Prananda.
Kegiatan ditutup dengan Nasehat oleh Bapak M.Khadli Putra.P, S.Pd dengan tema “Hati-hati, Jangan Terjerumus dengan Pergaulan Bebas”. Guru Penjas ini menyampaikan bahwa saat ini banyak remaja usia sekolah yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas karena kurangnya iman dan pengawasan diri. Pergaulan bebas dapat merusak akhlak, menghancurkan masa depan, dan menjauhkan kita dari ridha Allah SWT.
Islam mengajarkan agar kita menjaga diri dan memilih teman yang baik, karena teman sangat berpengaruh terhadap perilaku kita. Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang itu tergantung agama temannya, maka hendaklah kalian memperhatikan dengan siapa kalian berteman.” (HR. Abu Dawud).
Mari kita jauhi pergaulan yang membawa kemaksiatan, dan perbanyaklah bergaul dengan orang-orang yang mengingatkan kita kepada Allah. Jadikan madrasah dan lingkungan yang baik sebagai tempat untuk tumbuh menjadi generasi yang beriman dan berakhlak mulia (Daswarman)

























Beri Komentar