Kamang_Humas (06/08) – Memasuki hari kedua kegiatan lokakarya MTsN 5 Sijunjung sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). selama sehari penuh kegiatan lokakarya ini menghadirkan narasumber ibuk Desmihalita, S.Pd. M.Pd pengawas madrasah kabupaten Dharmasraya, dengan moderator Adelia Mahendra, S.Pd (guru matematika MTsN 5 Sijunjung), Kamis (06/08/2026).
Memasuki sesi praktik, seluruh guru dibimbing secara intensif dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, serta program kokurikuler yang selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan ini dipandu langsung oleh narasumber Pengawas Madrasah Kabupaten Dharmasraya Ibuk Desmihalita, yang memberikan arahan, pendampingan, sekaligus penguatan kepada seluruh peserta agar mampu menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya memenuhi tuntutan kurikulum, tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang bermakna, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Dalam penyampaiannya, narasumber menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep, melainkan sebuah pendekatan yang menempatkan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, penghargaan terhadap keberagaman, serta penguatan akhlak mulia sebagai ruh dalam setiap proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru dituntut mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam perangkat pembelajaran yang disusun secara sistematis dan aplikatif.
Pada sesi penyusunan RPP, peserta diarahkan untuk merancang tujuan pembelajaran, strategi, metode, serta asesmen yang mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan berkarakter. Selanjutnya, guru juga dibimbing dalam menyusun bahan ajar yang kontekstual, menarik, mudah dipahami, serta relevan dengan kebutuhan belajar peserta didik di era transformasi pendidikan.
Selain itu, penyusunan program kokurikuler menjadi bagian penting dalam lokakarya ini. Program yang dirancang diharapkan mampu memperkuat pembelajaran intrakurikuler melalui berbagai kegiatan yang menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, gotong royong, kepedulian sosial, moderasi beragama, serta cinta terhadap lingkungan dan bangsa.
Selama kegiatan berlangsung, dengan didampingi kepala madrasah Maulana, para guru tampak antusias mengikuti setiap tahapan pendampingan. Mereka aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, serta melakukan penyempurnaan perangkat pembelajaran berdasarkan masukan yang diberikan narasumber. Suasana lokakarya berlangsung interaktif dan kolaboratif sehingga menghasilkan berbagai rancangan perangkat pembelajaran yang lebih inovatif dan berkualitas.
Melalui lokakarya ini, MTsN 5 Sijunjung berharap seluruh guru semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran sehari-hari. Dengan perangkat pembelajaran yang tersusun secara baik, diharapkan kegiatan belajar mengajar mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki karakter mulia, empati, integritas, serta semangat belajar sepanjang hayat sesuai dengan cita-cita pendidikan madrasah (Daswarman)















Beri Komentar