Rabu, 13-05-2026
  • Madrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia
  • Madrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan MenduniaMadrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia

Tingkatkan Pemahaman Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Kepala MTsN 5 Sijunjung Ikuti Pembinaan di MAN IC Padang Pariaman

Diterbitkan : - Kategori : Pendidikan

Kamang_Humas (10/05) – Kepala MTsN 5 Sijunjung Wan Eka Putra mengikuti kegiatan Pembinaan Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bertempat di MAN Insan Cendekia (IC) Padang Pariaman, sabtu (09/05/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan langsung Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia Prof.Dr.Hj.Nyayu Khodijah, S.Ag MS.I sebagai narasumber utama dalam memberikan pembinaan penguatan KBC ini

Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh Kepala Madrasah se Sumatera Barat dan dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Sumbar Mustafa, didampingi Kabid.Pendidikan Madrasah Tan Gusli dan Kakankemenag Padang Pariaman Syafrizal, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan madrasah dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal di lingkungan pendidikan.

Kakanwil Kemenag Sumbar Mustafa dalam sambutannya menegaskan bahwa Sebuah angin segar berhembus kencang di dunia pendidikan Sumatera Barat. Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Barat semakin memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digulirkan Kemenag RI sebagai ruh baru dalam pembelajaran di seluruh madrasah. Langkah ini dinilai sebagai terobosan monumental yang tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk generasi berakhlak mulia, penuh empati, dan siap menyambut Indonesia Emas 2045. Beliau memaparkan data tentang eksistensi madrasah di ranah Minang 48 Madrasah Aliyah Negeri (MAN), 112 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), 62 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), dan 1.606 madrasah swasta. Total ribuan lembaga pendidikan ini didukung oleh 4.360 guru MA, 8.651 guru MTs, 2.174 guru MI, dan 1.379 guru RA, yang mengajar total 159.733 siswa dengan rinciannya MA 34.466, MTs 92.525, MI 23.558, RA 9.184.

“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah lahan subur untuk menanamkan cinta sebagai inti pendidikan. Kurikulum Berbasis Cinta yang diluncurkan Kemenag RI adalah respons nyata atas tantangan zaman.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Hj. Nyayu Khodijah, S.Ag, M.Si, Dalam sambutannya yang menggugah, ia menyinggung perjalanan panjang kurikulum naBerbed dari KBK hingga KBC (deep learning) hari ini.

“Sejak Indonesia merdeka, baru kali ini Kemenag mampu memberi warna dan menginsersi kurikulum nasional dengan Kurikulum Berbasis Cinta, tanpa mengganti kurikulum yang sudah ada. Ini adalah sejarah. Patut kita apresiasi langkah berani Menteri Agama RI,” ujar Prof. Nyayu disambut tepuk tangan meriah.

Ia menjelaskan bahwa KBC telah melalui proses uji publik yang ketat oleh sejumlah pakar pendidikan. Implementasinya tidak hanya terjadi di dalam ruang belajar, tetapi juga di luar pembelajaran menjadi budaya yang mendarah daging di lingkungan madrasah.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif itu tidak hanya membahas teknis penguatan KBC, tetapi juga bagaimana madrasah menjadi garda terdepan menyambut tongkat estafet pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

“Cinta adalah inti pendidikan. Dengan KBC, kami ingin setiap guru dan siswa merasakan bahwa proses belajar bukan beban, tetapi panggilan jiwa yang dilandasi kasih. Inilah wujud nyata pendidikan yang membebaskan dan memanusiakan manusia,” pungkas Prof. Nyayu di akhir pembinaannya.

Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah yang menandai babak baru pendidikan madrasah di Sumatera Barat. Kurikulum Berbasis Cinta bukan lagi sekadar wacan ia telah menjadi gerakan. Dan gerakan itu dimulai hari ini, dari ranah Minang yang mendunia.(Daswarman)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan